Featured Article
Latest Post

Senin, 01 September 2014

Algoritma dan Pemrograman

Algoritma adalah urutan langkah-langkah penyelesaian masalah. Algoritma yang disusun dengan bahasa yang difahami komputer disebut Program. Bahasa komputer yang digunakan dalam menulis program disebut Bahasa Pemrograman. Orang yang membuat program komputer disebut programmer. Aktivitas membuat program disebut pemrograman.

Belajar memprogram adalah mempelajari metodelogi pemecahan masalah. Pertama menyusun rancangan pemecahan masalah (tanpa bergantung pada bahasa pemrograman) dalam notasi algoritmik. Baru kemudian di kodekan menggunakan bahasa pemrograman tertentu. Belajar Bahasa Pemrograman adalah mengenai bahasa komputer, aturan tata bahasanya, intruksi-intruksi, tata cara pengoperasian compiler, dan memanfaatkan intruksi untuk membuat program.

Sobat, ini adalah kumpulan modul algoritma dan pemrograman yang saya kumpulkan selama kuliah. Terimakasih saya ucapkan kepada Pak Arif Rahman dan Anggini Dian Oktami, semoga ilmu yang beliau sampaikan bermanfaat. Sobat, selamat belajar.

1. Modul 1 Pemrograman Dasar C++

Sabtu, 17 Agustus 2013

Bangkit Pemuda, Bangkit Indoensiaku



عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : " سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ : إِمَامٌ عَادِلٌ، وَشَابٌ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللهِ تَعَالَى، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ... "
dari Abu Huroiroh ra berkata dari Nabi SAW bersabda, “Tujuh golongan yang akan  dinaungi oleh Allah dalam naungan-Nya pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh beribadah kepada Allah Ta’ala, pemuda yang hatinya selalu terikat dengan masjid... (HR. Bukhori dan Muslim)   

Syeikh Mustafa Al Ghulayain merindu pemuda yang memperjuangkan kebenaran. Dalam syairnya beliau bertutur sesungguhnya pada pemudalah nasib suatu bangsa, dan dalam perjuangannya kehidupan suatu bangsa. Pemuda adalah tiang agama dan bangsa, kebaikan mereka adalah kebangkitan dan kejayaan umat. Begitu pula, kerusakan mereka adalah kehancuran dan kemunduran umat. Rasulullah SAW memberikan motivasi kepada pemuda, dalam hadist di atas disebutkan bahwa pemuda yang tumbuh dalam ketaatan ibadah kepada Allah nan hatinya terpaut pada masjid akan mendapatkan naunganNya.

Masa muda adalah masa sulit, segalanya berkecamuk, bergejolak menjadi satu, bertabrakan antara idealisme dan godaan nafsu yang mencapai titik klimaks. Akibatnya, ibadah menjadi nilai yang sangat mahal untuk dimiliki, susah ditemui, pengorbanan harus lebih meroket. Inilah mengapa pemuda yang taqwa, menurut Ibnu Hajar Al Asqolani dalam Fathul Bari,  mendapatkan naungan dari Allah.

Setiap pemuda memiliki cerita, baik itu bergenre kelam maupun gemilang, menyusahkan bisa juga membahagiakan, imannya bertambah tak mustahil berjatuhan, memalukan namun bisa berotasi membanggakan. Namun, apapun itu tetaplah selalu optimis menatap perubahan. Bila masa lalu kelam, maka tutuplah rapat. Jangan pernah merasa sendiri, orang arab memotivasi kita dengan   قد مض ما مض , yang berlalu biarlah berlalu, Allah Maha Pengampun. Bila masa lalu baik, maka go straight on, istiqomahlah! Sekarang, adalah saat menata diri, mempersiapkan merengkuh panji perubahan. Menyibukkan diri dengan kegiatan yang bermanfaat, karena islam punya falsafah faidza farogh tafan shob (Al Insyirah, ayat 7-8). Kebangkitan itu tepat di depan kita, menunggu kita merengkuhnya. “Dan siapakah ucapannya yang paling baik dan berkata sesungguhnya aku ini adalah termasuk orang-orang yang berserah diri (Fushilat : 33)”. Wallahu a’lam bish shawab.

*Dirgahayu Indonesiaku

Jumat, 22 Maret 2013

Menjaga Lisan


انّ الحمدل اللّة نحمده و تستعينه و نستغفره و نعوذ با لله من شرور أنفسنا و من سيّئات أعمالنا من يهده الله فلا مضلّ له ومن يضلل فلا ها ديله. اللّهمّ صلّ وسلّم على محمّد و على اله و صحنه أجمعين. أمّا بعد.

Alangkah beruntungnya, orang yang menahan diri dari kesia-siaan perkataan dan menggantikannya dengan berfikir. Berkata sia-sia membuang waktu, sedangkan berfikir membuka pintu hikmah. Alangkah beruntungnya orang yang kuasa menahan lisannya dan menggantikannnya dengan berdzikir. Berkata sia-sia mengundang bala bencana, sedangkan dzikir mengundang rahmat. Setiap manusia diberikan modal oleh Allah, modal itu adalah waktu. Waktu tak memandang siapa, waktu berlaku untuk semua. Dan manusia yang beruntung adalah mereka yang memanfaatkan modal dengan sebaik-baiknya untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.
Maka, kemuliaan dan kehormatan bisa dilihat dari bagaimana menggunakan waktu dalam menjaga lisannya, segala yang yang teruntai dari tutur katanya, menyejukkan atau menyesakkan, menyakitkan atau membahagiakan.

Allah berfirman dalam surat Al Mu’minun ayat 1 dan 2 :
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (١)الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ (٢)وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ (٣)
artinya
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna”

Salah satu ciri martabat keislaman muslim dapat dilihat dari bagaimana ia berjuang secara keras menghindarkan diri dari kesia-siaan. Semakin larut ia dalam kesia-siaan, maka semakin tampak keburukan keislamannya dan semakin akrab dengan bala bencana. Bila berkata tanpa menjaga diri, maka kata-kata yang terucap akan menyeret ke dalam kesulitan. Maka sebelum berkata, kata-kata harus ditawan, karena sekali kita berkata, kitalah yang akan ditawan oleh kata-kata. Bila ingin selalu mensucikan hati, meningkatkan derajat diri dan terhindar dari bala bencana, maka harus menjaga lisan dengan sebaik-baiknya. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Fal yaqul khoiron au lisyasmut.”, berkatalah yang baik, jika tidak bisa maka diamlah. Dalam hal ini, bukan perkara panjang dan pendek perkataan, namun seberapa mampukah perkataan itu dipertanggungjawabkan. Lidah bergerak tanpa biaya, namun mampu mengundang bencana. Diam lebih baik dari berkata yang sia-sia, namun ada yang lebih baik dari diam, yaitu berkata yang bermanfaat, qoulan sadiida.

Ada 4 syarat untuk memenuhi perkataan yang baik, yaitu :
a.     Bersih dari bohong maupun dusta
Ucapan yang sampaikan harus dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai mengucapkan sesuatu yang belum ada keyakinan dalam diri. Dan juga jangan mengucapkan sesuatu hanya dengan niatan membuat orang lain terkesima, namun ada dusta di dalam dusta. Kedustaan mutal diketahui oleh Allah, dan sangat mudah bagi Allah untuk membukanya. Allah Maha mengetahui yang dzahir dan batin. Maka tampillah dan berkata apa adanya.
b.     Li kulli maqom ma qol wa likulli maqol maqom
Prof. Dr Quraish Shihab menyatakan li kulli maqom ma qol wa likulli maqol maqom, artinya setiap kata ada tempat terbaik, setiap tempat ada perkataan paling tepat. Ma’rifatul maidan (analisa medan) dan  emotional intelligent (kemampuan emosional) adalah syarat wajib untuk mengerti dimana dan kapan kita harus menyampaikan sesuatu. Berbicara adalah hal yang mudah, bagian yang sulit adalah mengkondisikannya. Pembicara terbaik, sangat bisa menilai situasi kapan dia berbicara. Tak hanya faham dan fasih dalam bicara. Tak hanya memaksakan kehendak atas apa yang akan disampaikan.
c.      Berkemampuan untuk memperhalus kata-kata agar tidak menjadi duri maupun pisau yang melukai.
Saat kita berbuat kesalahan, kita merindukan orang lain bersikap bijak kepada kesalahan kita. Untaian kata hinaan, celaan, makian terhadap kita akan membuat kita semakin dalam luka, dan semakin tumbuh dendam sekaligus apatis terhadap apa yang disampaikan. Maka, masuklah ke dalam dunia pendengar, salami dan fahami apa yang terjadi, maka tentukanlah perkataan yang tepat bagi mereka.
d.     Apa yang kita katakan bernilai manfaat
Siapa yang menabur pasti akan menuai, begitu pepatah mengatakan. Menebar benih kebajikan adalah awal langkah menuai kebaikan pula. Bila yang kita sampaikan adalah madu, maka madu itu akan mengobati sakit dalam raga. Bila yang kita sampaikan semanis gula, ia akan membuat the lebih berasa dan memberikan manfaat bagi yang meminumnya.

Azzam

Menulis bagiku adalah mimpi yang nyata


Menulis bagiku adalah mimpi yang nyata. Bukti perjalanan hidup yang akan mudah difahami orang-orang setelahku, aku punya bukti, aku punya kisah, untuk perbaikan atau malah dilalaikan. Menulis bagiku adalah sama seperti ungkapan Chekhov, bahwa orang akan menjadi lebih baik hanya ketika kamu membuatnya melihat seperti apa dirinya, iya benar, bahwa menulis adalah caraku berpendapat tentang sesuatu yang kulihat, kurasakan, bahkan sesuatu di luar sana yang kuinginkan, bukan hanya itu, sesuatu yang ingin kutendang keluar jauh dari galaksi bimasakti, sesak dan kepedihan, luka dan kesakitan, begitu juga dengan kebahagiaan, rasa cinta, ataupun cemburu. Sungguh menarik. Menulis bagiku adalah cara berfantasi ke negeri antah berantah, tempatku menanam impian dan idealism ku. Berkaca pada air yang bening, melihat struktur wajah ku yang mulai keriput kusam, berkaca pada cermin yang tidak lebih jujur dari kawanku saat kutanya tentang ini dan itu. Menulis mengembalikan ku pada dunia yang ingin ku rasakan khidmatnya berduaan dengan Zat yang Maha Agung. Menulis membuatku terbebas dari belenggu-belenggu yang mau tahu apa yang kurasa. Menulis, ya dengan menulis.

Saat aku bosan dengan si dia yang mengajariku tentang perangkat lunak, aku pun menuliskan puisi kesedihanku untuk kuungkapkan dikala aku merindunya. Saat aku pusing dengan kepalaku sendiri, aku menuliskan pelbagai macam obat yang tak bisa kubeli untuk kesembuhanku, hingga waow pusingku lenyap. Lucu kah? Terkadang begitu apa yang terjadi. Menulis adalah energy terbesar dalam kehidupanku. Dengan menulis, aku mampu menempatkannya di rongga dada sebelah kiri, selalu bernafas dan mengingat namanya sirkuit O2 dan CO2. Teringat lagi dengan pelajaranku saat SD dulu. Saat itu guruku menyatakan, bahwa CO2 itu jelek dan O2 itu bagus. Aku baru berpikir sekarang, bahwa input dan output tak sejalan, inputnya baik outputnya buruk, mengerikan. Lalu apakah ini kehidupan yang banyak diperdebatkan orang? Terus ku menulis hingga tangan ini mulai resah, resah karena pegal disetiap sendi, namun hatiku pasang ego tinggi untuk terus paksa bergerak. Menulis dan menulis katanya.

Menulis adalah merencanakan hidup. Bagaimana bisa menulis merencanakan hidup? Hidup yang seperti apa, apakah tentang cita-cita atau sekedar profesi? Sejauh yang kutahu, hidup adalah as sulam untuk mendapatkan as salam. As sulam adalah tangga dan as salam adalah kebahagiaan. Jadi, kata ustadzku bahwa kerangka kehidupan dalam islam sudah jelas, islam adalah media ataupun tangga untuk meraih kebahagiaan. Bagaimana bahagia menurutmu? Hati-hati kalau jawab. Bila tak hati-hati dan salah mendefinisikannya, hasilnya adalah output berupa CO2 yang memberikan sesak bagi masyarakat karena ulah wakil rakyat di pucuk-pucuk sana. Hmmmm, jadi ingat merk teh yang unggulkan pucuk-pucuknya. Tampaknya harus berfikir untuk setia kepada merk teh yang apapun makannya, minumnya teh merk itu. Pucuk tidak selalu manis, pucuk tak selalu kuat.

Sahabatku, maafkan aku jika ada ucap dan huruf yang membuatmu mengingatku, bias karena salahku atau rindu padaku yang menempel di hatimu.

azzam

Minggu, 09 Desember 2012

Secangkir kopi untukmu, Sahabatku.


Sebuah kisah, yang membuat hati ini teringat dengan doa robithoh (ikatan hati). Lagu andalan kelompok Nasyid kami saat di SMA dahulu. Selalu awal kunyanyikan, selalu mengundang perhatian banyak orang, membuat pendengar menundukkan pandangan, merenungi isi dari doa robithoh tersebut...

Inilah syairnya :
Sesungguhnya Engkau tahu,
Bahwa hati ini telah berpadu,
Berhimpun dalam naungan cintaMu,
Bertemu dalam ketaatan,
Bersatu dalam perjuangan,
Menegakkan syariat dalam kehidupan

Kuatkanlah ikatanNya,
Kekalkanlah cintaNya,
Tunjukilah jalan-jalanNya,
Terangilah dengan cahayaMu,
Yang tiada pernah padam,
Ya Robbi, bimbinglah kami...

Lapangkanlah dada kami,
Dengan karunia iman,
Dan indahnya tawakal padaMu,
Hidupkan dengan ma’rifatMu,
Matikan dalam syahid di jalanMu,
Engkaulah pelindung dan Pembela...

Mengingat memori indah saat dulu. J Lalu berlanjut pada kisah :

Seorang teman bercerita kepadaku,
“Subhanallah, tadi saya minum kopi, mantap banget rasanya... J, tahu ndak kenapa?”

Dalam benakku, berputarlah opini-opini tentang si kopi, dimana warung kopi itu, rasa kopinya pasti mantap, atau karena merknya yang sudah terkenal dan mahal, atau mungkin juga penyajiannya yang luar biasa, dengan aroma sentuhan timur tengah mungkin, ehem...jangan-jangan karena keramahan penjualnya.

Kemudian, aku menjawab,
“pasti karena tempatnya ya? Dimana sih? Atau karena rasa dan merk kopinya? Atau karena keramahan penjualnya, atau kopinya disajikan dengan cara yang menarik?”

Temanku menjawab,
“bukan karena itu semua, brian... Rasa kopinya biasa saja, tidak bermerk. Harganya hanya seribu rupiah satu gelasnya. Tempatnya pun hanya gubug reot dari anyaman bambu. Kalau ditanya penjualnya siapa, ia hanya seorang nenek tua yang sudah lanjut, bahkan sapaannya pun hampir aku tiada mendengarnya.
Brian... Kopi itu terasa nikmat, karena ada sahabatku yang datang membersamaiku menyeduh segelas kopi, ia adalah sahabat kecilku, yang kini telah merantau di negeri orang. Namun, sekarang, ia menyempatkan waktu berjumpa dengan ku.”

Sahabatku yang disayangi Allah,
Terkadang kita mengukur kabahagiaan dengan tolak ukur bendawi, harta, rumah, merk kopi uang kita minum (hehe), jam tangan bertuliskan merk dunia, lantas mengabaikan yang lainnya. Kebersamaan adalah kebahagiaan, ia yang membuat kita kuat dan teguh dalam menjalani kehidupan. Sahabat adalah mereka yang mengobati di kala sayatan melukai batin kita, saat hujan ujian menimpa diri kita, saat iman berjalan gontai hampir ambruk, sahabatlah yang akan menguatkan kita.

Sesungguhnya manusia diciptakan oleh Allah untuk saling mengenal, saling memahami, bertasamuh dan saling membantu. Kehidupan ini begitu singkat, yuk kita upayakan dengan sebaik-baiknya.

Terimakasih kepada sosok yang memberiku inspirasi, menjadikan tulisan ini tertata rapi, yah, sebuah tulisan yang lahir dari ruang kuliahnya, selalu memberikan hal baru dalam hidupku, menjadikan berharga untuk ditulis dan disampaikan. Balighu ‘anni walau ayah.







OWASP, Vulnerability and Cybercrime Case


OWASP

OWASP is The Open Web Application Security Project adalah sebuah komunitas terbuka yang bertujuan untuk memberdayakan organisasi mengambangkan, membeli dan memelihara aplikasi yang dapat dipercaya keamanannya.

OWASP melakukan pendekatan dengan mendefinisikan keamanan aplikasi sebagai manusia, proses dan teknologi (people, process and technology), karena perbaikan pada ranah tersebut dapat meningkatkan efektivitas keamanan aplikasi.

Tujuan OWASP dengan ASVS nya (Proyek Standard Verifikasi Keamanan Aplikasi OWASP) adalah menormalkan rentang cakupan dan tingkat kerentanan yang tersedia di pasar soal verifikasi aplikasi web menggunakan standar terbuka yang tetap bisa diterapkan secara komersial. Standar ini memberikan dasar pengujian aplikasi secara teknis.

OWASP ASVS mendefinisikan persyaratan verifikasi dan dokumentasi dikelompokkan berdasarkan cakupan yang terkait dan tingkat vulnerabilitynya.

Level Verifikasi Keamanan Aplikasi OWASP
  • Level 1 Verifikasi Otomatis
  • Level 2 Verifikasi Manual
  • Level 3 Verifikasi Desain
  • Level 4 Verifikasi Internal

Persyaratan Verifikasi Terperinci OWASP
  • Persyaratan Dokumentasi Arsitektur Keamanan
  • Persyaratan Verifikasi Otentifikasi
  • Persyaratan Verifikasi Manajemen Sesi
  • Persyaratan Verifikasi Kontrol Akses
  • Persyaratan Verifikasi Validasi Input
  • Persyaratan Verifikasi Pengkodean Keluaran
  • Persyaratan Verifikasi Kriptografi
  • Persyaratan Verifikasi Penanganan dan Pencatatan Error
  • Persyaratan Verifikasi Proteksi Data
  • Persyaratan Verifikasi Keamanan Komunikasi
  • Persyaratan Verifikasi Keamanan HTTP
  • Persyaratan Verifikasi Konfigurasi Keamanan
  • Persyaratan Verifikasi Pencarian Kode Berbahaya
  • Persyaratan Verifikasi Keamanan Internal

VULNERABILITY
  • Cross-Site Scripting adalah suatu metode untuk mengeksploitasi sistem.
  • SQL Injection adalah salah satu cara menscanning kelemahan web dengan memasukkan script php.
  • Denial of Service adalah suatu kondisi dimana sistem dibanjiri oleh request yang menyebabkan server down.
  • Local File Inclusion adalah kelemahan aplikasi web yang menyebabkan attacker dapat mengeksploitasi engine yang digunakan, atau Web Server dengan mengakses direktori dan mengeksekusi command di luar root web server.
  • Remote File Inclusion, bila Local File Inclusion dilakukan secara lokal dari web server tersebut, maka remote dilakukan dengan meremote menyisipkan script php dari luar ke dalam sistem.

Cybercrime Case
Website for Tour Company Citysights NY hit by Hackers menggunakan SQL injection.
Hackers telah menghancurkan website Perusahaan Wisata CitySights NY New York dan mencuri kurang lebih 110.000 nomor rekening bank.

Mereka (hacker) membobol menggunakan serangan SQL Injection atas Web Server perusahaan tersebut (disampaikan pada tanggal 9 Desember).
Perusahaan mempelajari kasus ini pada akhir oktober, saat programmer menemukan script yang tidak sah terupload di Web Server dan dicurigai membahayakan keamanan database server.

CitySight NY meyakini, bahwa serangan SQL Injection lah yang terjadi pada tanggal 26 September. Dalam SQL Injection, hacker menemukan cara untuk menyelinap masuk dengan perintah-perintah masuk ke dalam server menggunakan Web. Mereka melakukan ini dengan memasukkan script ke form atau kotak yang digunakan untuk mengquery database.

Pada kasus CitySight Ny ini, hacker mendapatkan nama, alamat, alamat email, nomor kartu kredit dan tanggal kadaluarsanya, sekaligus kartu verifikasi nilai 2 kode untuk memvalidasi kredit jual beli secara online.


Sumber Referensi :

Popular Posts

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

Test Footer 2